6 CARA MEMANFAATKAN AI UNTUK MEMBUAT GAMBAR DAN DESAIN

6 CARA MEMANFAATKAN AI UNTUK MEMBUAT GAMBAR DAN DESAIN

6 CARA MEMANFAATKAN AI UNTUK MEMBUAT GAMBAR DAN DESAIN

 

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah cara orang membuat gambar dan desain digital. Teknologi generatif memungkinkan pengguna menghasilkan visual dari deskripsi teks, mengubah elemen gambar, serta mengembangkan beberapa variasi desain dalam waktu singkat. Adobe, misalnya, menyediakan fitur AI yang dapat menghasilkan gambar, memperluas kanvas, menghapus atau mengganti objek, hingga meningkatkan kualitas gambar melalui fitur generatif di Photoshop.

Perubahan tersebut membuat proses kreatif menjadi lebih fleksibel bagi berbagai kebutuhan visual. Pengguna dapat memanfaatkan AI untuk mencari ide awal, membuat konsep visual, menyempurnakan foto, atau menyiapkan materi desain sebelum masuk ke tahap penyelesaian. Namun, hasil yang baik tetap membutuhkan arahan manusia karena AI bekerja berdasarkan instruksi, konteks, dan keputusan visual yang diberikan pengguna.

 

6 CARA MEMANFAATKAN AI UNTUK MEMBUAT GAMBAR DAN DESAIN

Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Matheus Bertelli

 

1. Membuat Gambar dari Deskripsi Teks

AI dapat mengubah deskripsi tertulis menjadi gambar melalui teknologi text-to-image. Pengguna cukup menjelaskan objek, suasana, gaya visual, komposisi, pencahayaan, serta format yang diinginkan melalui prompt. Canva Magic Media juga memungkinkan pengguna membuat gambar dan grafik dengan menjelaskan visual yang ingin dihasilkan melalui teks.

Kualitas hasil biasanya meningkat ketika pengguna memberikan instruksi yang lebih spesifik. Deskripsi seperti lokasi, sudut kamera, warna dominan, karakter objek, dan suasana dapat membantu sistem menghasilkan visual yang lebih mendekati kebutuhan. Karena itu, penulisan prompt menjadi bagian penting dalam proses pembuatan gambar berbasis AI.

2. Mengembangkan Ide dan Konsep Visual

AI dapat membantu proses brainstorming ketika sebuah proyek belum memiliki konsep visual yang final. Pengguna dapat memasukkan ide sederhana kemudian meminta beberapa kemungkinan gaya, suasana, atau komposisi untuk dibandingkan. Canva menjelaskan bahwa fitur AI pada platformnya dapat digunakan untuk memvisualisasikan ide awal dan mempercepat proses kreatif.

Tahap tersebut dapat membantu desainer menemukan arah visual sebelum membuat desain akhir. Referensi yang dihasilkan AI juga dapat menjadi bahan diskusi ketika sebuah konsep perlu dipresentasikan kepada klien atau anggota proyek. Dengan demikian, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat pembuat gambar, tetapi juga sebagai sarana eksplorasi gagasan.

3. Mengubah dan Menyempurnakan Gambar

AI tidak hanya menghasilkan gambar baru karena teknologi tersebut juga dapat mengubah visual yang sudah tersedia. Photoshop menyediakan fitur Generative Fill yang dapat menambahkan, menghapus, atau mengganti objek berdasarkan instruksi bahasa alami. Fitur Generative Expand juga dapat memperluas batas gambar sambil mempertahankan konteks visual di sekitarnya.

Kemampuan tersebut membantu pengguna memperbaiki komposisi tanpa harus membuat gambar dari awal. Area latar yang terlalu sempit dapat diperluas ketika sebuah visual membutuhkan format horizontal atau vertikal yang berbeda. Objek yang mengganggu juga dapat dihilangkan sehingga perhatian pembaca tetap tertuju pada elemen utama desain.

4. Membuat Variasi Desain dengan Cepat

Satu konsep visual sering membutuhkan beberapa versi sebelum pengguna menemukan hasil yang paling sesuai. AI dapat membantu menghasilkan alternatif dengan mengubah gaya, komposisi, latar belakang, warna, atau elemen pendukung berdasarkan konsep awal. Beberapa platform juga menyediakan fitur untuk membuat variasi visual dari gambar yang telah dihasilkan sehingga proses eksplorasi dapat berlangsung lebih cepat.

Variasi tersebut berguna ketika sebuah desain harus menyesuaikan kebutuhan media yang berbeda. Satu konsep dapat dikembangkan menjadi materi media sosial, presentasi, poster, atau materi promosi dengan penyesuaian tertentu. Meski demikian, pengguna tetap perlu memeriksa setiap versi agar hasil akhirnya memiliki komposisi dan identitas visual yang konsisten.

5. Membantu Menyusun Layout dan Elemen Desain

AI juga dapat membantu pengguna menyusun layout berdasarkan materi yang tersedia. Canva Magic Design, misalnya, dapat menganalisis teks, gambar, atau ide yang diberikan pengguna kemudian merekomendasikan template dan tata letak yang sesuai dengan tema desain. Pengguna selanjutnya dapat menyesuaikan gambar, teks, elemen grafis, serta gaya merek pada hasil tersebut.

Fitur semacam ini membantu mempercepat tahap awal penyusunan desain. Pengguna tidak harus selalu memulai dari halaman kosong ketika sebuah materi memiliki banyak elemen yang perlu ditata. Setelah layout terbentuk, keputusan kreatif tetap berada pada pengguna untuk memastikan hierarki visual, keterbacaan, dan identitas merek tetap terjaga.

6. Meningkatkan Kualitas dan Menyesuaikan Ukuran Gambar

AI dapat membantu meningkatkan kualitas visual ketika gambar membutuhkan detail yang lebih tajam atau ukuran yang berbeda. Adobe menyediakan Generative Upscale untuk meningkatkan kualitas, kejelasan, dan ketajaman gambar melalui teknologi Firefly. Kemampuan tersebut dapat membantu pengguna menyiapkan visual agar lebih sesuai dengan kebutuhan desain tertentu.

Penyesuaian ukuran juga menjadi penting ketika satu materi visual digunakan pada berbagai platform. Gambar untuk layar komputer dapat membutuhkan proporsi berbeda dari materi yang digunakan pada media sosial atau media cetak. Karena itu, fitur pengembangan dan penyempurnaan berbasis AI dapat membantu pengguna mengadaptasi satu aset visual tanpa harus selalu memulai proses desain dari awal.

Menentukan Prompt yang Tepat untuk Hasil Lebih Baik

Prompt menjadi instruksi utama yang mengarahkan AI ketika pengguna membuat gambar atau desain. Instruksi yang terlalu umum dapat menghasilkan visual yang kurang sesuai karena sistem tidak memperoleh konteks yang cukup mengenai objek dan gaya yang diinginkan. Canva juga menyarankan penggunaan deskripsi yang jelas dan terperinci untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari fitur generasi gambar berbasis AI.

Pengguna dapat menyusun prompt dengan menjelaskan subjek utama, lingkungan, gaya, pencahayaan, sudut pandang, warna, dan tujuan visual. Setelah hasil pertama muncul, pengguna dapat memperbaiki instruksi berdasarkan bagian yang belum sesuai dengan kebutuhan. Proses berulang tersebut membuat pengguna memiliki kontrol yang lebih besar terhadap hasil akhir.

Tetap Melakukan Penyuntingan oleh Manusia

AI dapat mempercepat pekerjaan, tetapi teknologi tersebut tidak selalu menghasilkan visual yang langsung siap dipublikasikan. Pengguna perlu memeriksa komposisi, proporsi objek, detail wajah atau tangan, tulisan yang muncul dalam gambar, serta kesesuaian warna dengan identitas merek. Pemeriksaan tersebut membantu mencegah kesalahan visual yang dapat mengurangi kualitas desain.

Tahap penyuntingan juga memberikan ruang bagi kreativitas manusia untuk membuat hasil lebih khas. Desainer dapat menggabungkan aset AI dengan foto asli, ilustrasi, tipografi, elemen grafis, dan konsep komunikasi yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan pendekatan tersebut, AI berfungsi sebagai alat pendukung yang mempercepat proses tanpa menggantikan seluruh keputusan kreatif.

Memperhatikan Hak Cipta dan Penggunaan Visual

Penggunaan gambar hasil AI juga membutuhkan perhatian terhadap aspek hak cipta dan izin penggunaan. Aturan mengenai perlindungan karya yang dibuat dengan bantuan AI dapat berbeda menurut yurisdiksi, sehingga pengguna perlu memahami ketentuan yang berlaku pada wilayah dan platform yang digunakan. U.S. Copyright Office, misalnya, menyatakan bahwa perlindungan hak cipta dapat berlaku ketika manusia menentukan unsur ekspresif yang memadai dalam suatu karya, sedangkan hasil yang sepenuhnya dibuat AI menghadapi persoalan yang berbeda.

Pengguna juga perlu memperhatikan keberadaan orang, karakter, merek, atau elemen visual tertentu dalam hasil generatif. Canva menyatakan bahwa pengguna tetap perlu memiliki izin dari pemegang hak ketika desain memuat orang, karakter, atau merek yang dapat dikenali. Karena itu, pemeriksaan terhadap hak penggunaan tetap diperlukan sebelum sebuah visual digunakan untuk kebutuhan komersial atau publikasi.

Menjaga Konsistensi Identitas Merek

Desain yang dibuat dengan AI perlu mengikuti identitas visual agar setiap materi tetap terlihat berasal dari merek yang sama. Pengguna dapat menentukan warna utama, gaya ilustrasi, tipografi, karakter visual, serta aturan penggunaan logo sebelum membuat berbagai aset. Konsistensi tersebut membantu menjaga hubungan antara visual dengan identitas komunikasi yang telah dibangun.

Teknologi AI juga dapat mendukung proses adaptasi ketika satu desain harus digunakan pada berbagai jenis media. Namun, setiap hasil tetap perlu diperiksa agar perubahan ukuran atau komposisi tidak menghilangkan elemen identitas utama. Dengan pengawasan tersebut, kecepatan AI dapat berjalan bersama kebutuhan desain yang konsisten.

Kesimpulan

Pemanfaatan AI dalam pembuatan gambar dan desain mencakup berbagai tahap, mulai dari menghasilkan visual berdasarkan teks hingga menyempurnakan gambar dan menyusun layout. Teknologi tersebut dapat mempercepat eksplorasi ide, menghasilkan variasi, mengubah elemen visual, serta membantu menyesuaikan aset dengan kebutuhan media. Berbagai platform kreatif saat ini juga terus mengembangkan fitur AI agar proses pembuatan dan penyuntingan visual menjadi semakin terintegrasi.

Meski begitu, kualitas desain tetap bergantung pada kemampuan pengguna dalam memberikan arahan dan melakukan penyuntingan. Pemeriksaan visual, konsistensi merek, serta perhatian terhadap hak penggunaan perlu dilakukan sebelum hasil AI dipublikasikan. Dengan menggabungkan kemampuan teknologi dan pertimbangan kreatif manusia, AI dapat menjadi alat yang efektif untuk menghasilkan gambar serta desain yang lebih cepat, fleksibel, dan sesuai kebutuhan.

 

 

*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.