6 KARAKTERISTIK PRODUK DALAM PEMASARAN ASURANSI UMUM YANG PERLU DIPAHAMI

6 KARAKTERISTIK PRODUK DALAM PEMASARAN ASURANSI UMUM YANG PERLU DIPAHAMI

6 KARAKTERISTIK PRODUK DALAM PEMASARAN ASURANSI UMUM YANG PERLU DIPAHAMI

 

Produk asuransi umum memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat menimbulkan kerugian finansial. OJK menjelaskan bahwa asuransi umum memberikan pertanggungan atas kerugian atau kerusakan harta benda serta tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga. Cakupan tersebut membuat produk asuransi umum memiliki karakter yang berbeda sesuai objek, risiko, manfaat, dan ketentuan pertanggungannya.

Karakter produk menjadi dasar dalam menyusun komunikasi pemasaran yang mudah dipahami. Informasi mengenai risiko yang dijamin, nilai pertanggungan, premi, periode perlindungan, dan pengecualian perlu disampaikan secara jelas kepada calon pemegang polis. POJK Nomor 8 Tahun 2024 juga memperkuat pengaturan mengenai jenis dan kriteria produk, klausul polis, perhitungan premi, serta pemasaran produk asuransi.

 

6 KARAKTERISTIK PRODUK DALAM PEMASARAN ASURANSI UMUM YANG PERLU DIPAHAMI

Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Mikhail Nilov

 

1. Produk Memiliki Objek Pertanggungan yang Spesifik

Setiap produk asuransi umum memiliki objek pertanggungan yang menjadi pusat perlindungan. Asuransi kendaraan bermotor melindungi kendaraan sesuai risiko yang dijamin dalam polis, sedangkan asuransi harta benda memberikan perlindungan terhadap harta yang dipertanggungkan. OJK juga mengelompokkan asuransi pengangkutan, rangka kapal, energi, rekayasa, tanggung gugat, dan berbagai lini lainnya dalam klasifikasi usaha asuransi umum.

Perbedaan objek membuat kebutuhan informasi pemasaran ikut berubah. Produk kendaraan membutuhkan penjelasan mengenai jenis kendaraan, risiko kerusakan atau kehilangan, dan ketentuan klaim, sedangkan produk properti membutuhkan informasi mengenai bangunan, aset, lokasi, dan risiko yang dijamin. Karena itu, pemasaran perlu menggunakan informasi yang relevan dengan objek yang calon nasabah pertimbangkan.

2. Produk Berfokus pada Risiko yang Telah Ditentukan

Asuransi tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh kemungkinan kerugian tanpa batas. Polis menentukan risiko yang masuk dalam pertanggungan sekaligus menjelaskan kondisi tertentu yang tidak dijamin. OJK mendefinisikan polis sebagai dokumen perjanjian yang memuat ketentuan seperti jumlah pertanggungan, jenis risiko, dan jangka waktu perlindungan.

Karakter tersebut membuat komunikasi pemasaran harus menggunakan informasi yang spesifik. Materi pemasaran perlu menjelaskan risiko yang dijamin tanpa memperluas arti perlindungan melebihi ketentuan polis. Penjelasan yang akurat membantu calon pemegang polis memahami hubungan antara risiko, objek pertanggungan, dan manfaat yang tersedia.

3. Premi Mengikuti Karakteristik Risiko

Premi menjadi biaya yang dibayarkan tertanggung kepada perusahaan asuransi sebagai imbalan atas perlindungan berdasarkan polis. Besaran premi tidak dapat dipisahkan dari karakteristik risiko yang ditanggung oleh perusahaan. OJK juga mengatur tata kelola perhitungan dan penetapan premi melalui POJK Nomor 8 Tahun 2024 dengan menekankan perencanaan, kajian atau pengujian produk, dan keterlibatan fungsi terkait dalam pengembangan produk.

Karakter objek dan tingkat risiko dapat memengaruhi struktur premi yang ditawarkan. Kendaraan dengan karakteristik berbeda dapat memiliki kebutuhan pertanggungan yang berbeda, begitu pula properti yang berada pada lokasi dengan kondisi risiko yang tidak sama. Karena itu, pemasaran perlu menjelaskan premi bersama konteks manfaat dan cakupan perlindungan, bukan hanya menonjolkan nominal pembayaran.

4. Polis Menjadi Dasar Hubungan Pertanggungan

Polis menjadi dokumen yang mengatur hubungan antara perusahaan asuransi dan pemegang polis. Dokumen tersebut memuat berbagai ketentuan mengenai objek, risiko, periode perlindungan, nilai pertanggungan, hak, kewajiban, serta ketentuan lain yang berkaitan dengan perjanjian. OJK saat ini mengakui polis dalam bentuk cetak maupun elektronik sebagai bagian dari dokumen perjanjian asuransi.

Informasi pemasaran perlu selaras dengan ketentuan yang tercantum dalam polis. Perbedaan informasi antara materi promosi dan dokumen pertanggungan dapat menimbulkan pemahaman yang tidak sesuai mengenai manfaat produk. Karena itu, proses pemasaran perlu memperhatikan kejelasan informasi sejak calon nasabah mengenal produk hingga memahami dokumen pertanggungan.

5. Setiap Lini Usaha Memiliki Karakter yang Berbeda

Asuransi umum memiliki banyak lini usaha dengan objek dan karakter risiko yang beragam. Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor 46/PADK.05/2025 mencantumkan antara lain asuransi harta benda, kendaraan bermotor, pengangkutan, rangka kapal, energi onshore dan offshore, rekayasa, tanggung gugat, kecelakaan diri, kesehatan, kredit, suretyship, perjalanan, dan asuransi aneka.

Keragaman tersebut membuat perusahaan perlu menyesuaikan pendekatan pemasaran dengan karakter masing-masing produk. Produk engineering dapat membutuhkan penjelasan mengenai proyek dan risiko teknis, sedangkan produk travel dapat menekankan kondisi perjalanan yang masuk dalam pertanggungan. Pesan yang mengikuti karakter produk membantu calon pelanggan memahami fungsi perlindungan secara lebih konkret.

6. Produk Memiliki Ketentuan Manfaat dan Pengecualian

Manfaat menjelaskan bentuk perlindungan yang dapat diberikan ketika risiko yang dijamin terjadi. Pengecualian menjelaskan kondisi atau risiko yang tidak termasuk dalam pertanggungan berdasarkan ketentuan polis. Kedua unsur tersebut perlu dipahami bersama karena manfaat tidak dapat dipisahkan dari batas perlindungan yang ditetapkan dalam kontrak.

Penyampaian manfaat perlu menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak menimbulkan kesan bahwa semua kerugian otomatis mendapatkan penggantian. OJK melalui POJK Nomor 8 Tahun 2024 memperkuat pengaturan mengenai klausul polis dan tata kelola produk agar penyelenggaraan produk asuransi memiliki dasar yang lebih terstruktur. Karena itu, pemasaran sebaiknya menjelaskan manfaat dan batasannya secara proporsional.

Memahami Karakter Produk Kendaraan Bermotor

Asuransi kendaraan bermotor memberikan perlindungan terhadap kerugian, kerusakan, atau kehilangan kendaraan berdasarkan risiko yang dijamin dalam polis. Jenis perlindungan dapat memiliki cakupan yang berbeda sehingga informasi mengenai objek, kondisi pertanggungan, dan risiko perlu dijelaskan sejak awal. OJK menempatkan kendaraan bermotor sebagai salah satu lini usaha tersendiri dalam klasifikasi lini usaha asuransi umum.

Karakter kendaraan membuat pemasaran perlu memperhatikan informasi yang berkaitan dengan objek secara spesifik. Jenis kendaraan, penggunaan kendaraan, dan kondisi pertanggungan dapat menjadi bagian dari informasi yang dibutuhkan dalam proses penutupan. Pendekatan tersebut membantu penyampaian produk tetap relevan dengan kondisi calon pemegang polis.

Memahami Karakter Produk Harta Benda

Asuransi harta benda memberikan perlindungan terhadap kerugian finansial akibat kerusakan pada aset yang dipertanggungkan sesuai risiko dalam polis. OJK memberikan contoh perlindungan terhadap harta seperti rumah, toko, gudang, kendaraan, lahan, dan berbagai aset lainnya dalam materi edukasinya. Risiko yang dijamin tetap mengikuti ketentuan produk dan dokumen pertanggungan yang berlaku.

Pemasaran produk properti perlu menyampaikan hubungan antara objek dan risiko secara konkret. Informasi mengenai lokasi, jenis aset, kondisi bangunan, serta cakupan pertanggungan dapat membantu calon nasabah memahami kebutuhan perlindungan. Dengan cara tersebut, komunikasi pemasaran tidak berhenti pada penyebutan nama produk tetapi juga menjelaskan fungsi perlindungannya.

Memahami Karakter Produk Pengangkutan dan Marine

Produk pengangkutan melindungi kepentingan tertentu yang berkaitan dengan perpindahan barang, sedangkan produk rangka kapal berfokus pada objek kapal sesuai ketentuan pertanggungannya. OJK memasukkan asuransi pengangkutan, rangka kapal, dan tanggung gugat marine sebagai lini usaha asuransi umum. Karakter tersebut membuat informasi mengenai objek, perjalanan, kondisi pengangkutan, dan risiko menjadi bagian penting dalam komunikasi produk.

Kebutuhan pelanggan dapat berbeda berdasarkan jenis barang dan pola pengangkutan. Pemasaran perlu menghubungkan karakter risiko dengan kondisi operasional yang relevan tanpa menyederhanakan cakupan perlindungan secara berlebihan. Penjelasan yang terarah membantu calon pengguna memahami produk sebelum membaca ketentuan polis secara lebih rinci.

Memahami Karakter Produk Rekayasa dan Energi

Produk rekayasa dan energi memiliki karakter yang berkaitan dengan aset, proyek, serta risiko teknis tertentu. OJK memasukkan asuransi rekayasa, energi onshore, dan energi offshore dalam klasifikasi lini usaha asuransi umum yang berlaku sejak 23 Desember 2025. Jenis produk tersebut membutuhkan pendekatan pemasaran yang mempertimbangkan karakter kegiatan dan risiko objek yang dipertanggungkan.

Kompleksitas proyek dapat membuat kebutuhan informasi lebih detail dibandingkan produk dengan objek sederhana. Informasi mengenai proyek, lokasi, tahapan pekerjaan, objek pertanggungan, serta risiko perlu disusun secara sistematis sesuai kebutuhan produk. Pendekatan tersebut membantu calon pengguna memperoleh gambaran yang lebih jelas sebelum memasuki proses penilaian risiko dan penerbitan polis.

Menyesuaikan Pemasaran dengan Karakter Konsumen

Karakter produk menentukan informasi utama yang perlu diterima calon pelanggan. Konsumen individu dapat membutuhkan penjelasan yang lebih sederhana mengenai manfaat, premi, dan pengecualian, sedangkan kebutuhan korporasi dapat mencakup objek aset, nilai pertanggungan, risiko operasional, dan struktur perlindungan yang lebih kompleks. Saluran komunikasi juga perlu menyesuaikan karakter produk dan cara calon pelanggan memperoleh informasi.

POJK Nomor 8 Tahun 2024 mengatur berbagai saluran pemasaran produk asuransi serta memperkuat penyelenggaraan produk secara digital. Regulasi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengelola produk dan pemasarannya secara terstruktur mengikuti perkembangan saluran distribusi. Konten digital, materi presentasi, maupun komunikasi langsung perlu menyampaikan informasi yang konsisten dengan ketentuan produk.

Menjaga Kejelasan Informasi Produk

Kejelasan informasi menjadi unsur penting dalam pemasaran produk asuransi. Calon pemegang polis perlu memperoleh informasi yang cukup mengenai manfaat, risiko yang dijamin, premi, periode pertanggungan, dan ketentuan lainnya sebelum mengambil keputusan. OJK melalui POJK 8 Tahun 2024 juga memperkuat aspek tata kelola produk dan pengembangan produk sebelum produk dipasarkan.

Pemasaran yang informatif dapat membantu calon pelanggan membandingkan karakter produk berdasarkan kebutuhan mereka sendiri. Materi komunikasi sebaiknya menggunakan istilah yang jelas dan menghindari pernyataan yang dapat ditafsirkan lebih luas daripada ketentuan polis. Dengan pendekatan tersebut, informasi produk dapat tersampaikan secara lebih transparan dan konsisten.

Kesimpulan

Produk asuransi umum memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan objek pertanggungan, jenis risiko, premi, periode perlindungan, manfaat, serta pengecualian. OJK melalui PADK 46/PADK.05/2025 telah mengklasifikasikan berbagai lini usaha asuransi umum, mulai dari harta benda dan kendaraan bermotor hingga energi, rekayasa, tanggung gugat, kredit, dan perjalanan. Keragaman tersebut membuat setiap produk membutuhkan pendekatan informasi dan pemasaran yang sesuai dengan karakter risikonya.

Pemasaran asuransi umum perlu menyampaikan fungsi produk secara jelas tanpa memisahkan manfaat dari batas perlindungannya. Informasi mengenai premi, polis, risiko yang dijamin, dan pengecualian perlu disusun secara konsisten agar calon pemegang polis dapat memahami produk sebelum membuat keputusan. Dengan memahami karakter setiap produk, komunikasi pemasaran dapat menjadi lebih informatif sekaligus tetap selaras dengan tata kelola produk asuransi yang berlaku.

 

 

*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.