BAGAIMANA CARA PENGAMBILAN SAMPEL UNTUK PENGUJIAN MUTU BENIH YANG AKURAT

BAGAIMANA CARA PENGAMBILAN SAMPEL UNTUK PENGUJIAN MUTU BENIH YANG AKURAT?

BAGAIMANA CARA PENGAMBILAN SAMPEL UNTUK PENGUJIAN MUTU BENIH YANG AKURAT?

 

Pengujian mutu benih merupakan langkah penting dalam industri pertanian guna menjamin tingkat produktivitas dan kualitas hasil panen di lapangan. Kendati demikian, keakuratan hasil analisis laboratorium sangat ditentukan oleh prosedur pengambilan contoh benih di gudang penyimpanan. Apabila sampel benih yang Anda ambil tidak representatif, maka hasil pengujian mutu di laboratorium menjadi kurang valid dan menyesatkan. Oleh karena itu, Anda harus memahami tata cara pengambilan sampel untuk pengujian mutu benih secara terstruktur dan benar.

1. Menyiapkan Peralatan dan Menentukan Lot Benih

Langkah awal yang wajib Anda lakukan adalah memastikan bahwa kelompok benih atau lot yang akan disampling sudah homogen dan teridentifikasi dengan jelas. Anda harus memeriksa kebersihan wadah serta kerapian tumpukan karung benih di area gudang sebelum memulai pengambilan sampel. Selain itu, siapkan alat pengambil sampel khusus seperti trier atau stik sampler yang sesuai dengan ukuran benih target. Peralatan yang bersih dan tepat akan mencegah terjadinya kontaminasi silang antar-kelompok benih.

Setelah memilih peralatan yang sesuai, Anda perlu menentukan jumlah wadah atau karung yang akan disampling berdasarkan standar kuantitas lot. Pengambilan sampel harus mencakup berbagai titik lokasi wadah, baik bagian atas, tengah, maupun dasar tumpukan karung. Anda dilarang hanya mengambil sampel dari karung yang paling mudah dijangkau di bagian depan tumpukan. Keterwakilan seluruh bagian lot benih ini menjamin keakuratan data pengujian pada tahap selanjutnya.

2. Mengambil Sampel Primer dari Berbagai Titik

 

BAGAIMANA CARA PENGAMBILAN SAMPEL UNTUK PENGUJIAN MUTU BENIH YANG AKURAT

Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/ahadi muyali

 

Tahap kedua yang krusial adalah proses pengambilan sampel primer (primary sample) dari setiap wadah terpilih menggunakan alat trier. Anda harus memasukkan alat trier secara diagonal dengan posisi lubang tertutup hingga mencapai bagian tengah atau dasar wadah benih. Setelah mencapai kedalaman yang pas, bukalah lubang trier agar benih masuk lalu tutup kembali sebelum Anda menariknya keluar. Teknik ini memastikan benih dari berbagai kedalaman terambil secara proporsional.

Setiap kali Anda menarik alat dari dalam karung, kumpulkan benih tersebut ke dalam nampan penampung sementara yang bersih. Amati kondisi fisik benih secara visual untuk memastikan tidak ada perbedaan warna, ukuran, atau tingkat kelembapan yang mencolok antar-sampel primer. Jika Anda menemukan ketidakseragaman yang ekstrem, maka proses penyampelan harus dihentikan sementara untuk memeriksa homogenitas kelompok benih. Konsistensi dalam mengumpulkan sampel primer ini menjadi fondasi utama dalam proses penyampelan.

3. Menggabungkan dan Mencampur Sampel Komposisi

Langkah ketiga adalah menggabungkan seluruh sampel primer yang telah Anda kumpulkan menjadi satu kesatuan yang disebut sampel komposisi (composite sample). Anda harus mencampur seluruh benih tersebut secara merata di atas wadah yang bersih atau menggunakan alat pembagi mekanis (seed divider). Proses pencampuran ini bertujuan menyatukan seluruh variasi benih dari berbagai titik karung menjadi satu campuran yang homogen. Kehomogenan sampel komposisi ini mewakili kondisi riil dari keseluruhan kelompok benih di gudang.

Jika ukuran sampel komposisi masih terlalu besar, Anda harus membaginya secara bertahap menggunakan metode quartering atau alat pemisah khusus. Pembagian ini dilakukan secara berulang hingga Anda memperoleh bobot sampel kirim (submitted sample) yang sesuai dengan standar laboratorium. Selama proses pembagian, pastikan Anda tidak merusak struktur fisik benih atau membuang kotoran yang ada di dalamnya. Ketelitian dalam memperkecil volume sampel ini menjaga representativitas benih tetap utuh.

4. Mengemas dan Mengirim Sampel ke Laboratorium

Langkah terakhir yang tidak boleh Anda abaikan adalah mengemas sampel kirim menggunakan wadah yang kedap udara dan kuat. Anda dapat memasukkan benih ke dalam kantong plastik tebal atau wadah khusus yang melindungi benih dari perubahan kelembapan udara luar. Jangan lupa untuk melampirkan label identitas yang berisi informasi nomor lot, jenis benih, tanggal penyampelan, serta nama petugas sampler. Pengemasan yang rapi dan identifikasi yang jelas mencegah terjadinya kekeliruan data di laboratorium.

Setelah pengemasan selesai, segera kirimkan sampel benih tersebut ke laboratorium pengujian mutu terakreditasi tanpa penundaan waktu yang lama. Penundaan pengiriman yang terlalu lama dapat mempengaruhi kondisi kelembapan dan daya berkecambah benih selama masa penyimpanan sementara. Oleh sebab itu, koordinasi yang baik antara petugas lapangan dan tim analisis laboratorium sangat diperlukan. Pengiriman yang cepat dan aman memastikan pengujian mutu benih berjalan lancar serta menghasilkan data yang terpercaya.

 

 

*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.