4 TAHAP PERSIAPAN PANEN DAN PENANGANAN UNGGAS PEDAGING DI PETERNAKAN

4 TAHAP PERSIAPAN PANEN DAN PENANGANAN UNGGAS PEDAGING DI PETERNAKAN

4 TAHAP PERSIAPAN PANEN DAN PENANGANAN UNGGAS PEDAGING DI PETERNAKAN

 

Keberhasilan usaha peternakan ayam broiler tidak hanya ditentukan oleh manajemen pemeliharaan harian, tetapi juga sangat bergantung pada proses pemanenan. Tahap akhir ini memegang peranan krusial dalam menjaga mutu karkas serta menekan tingkat penyusutan bobot badan ayam. Penanganan panen yang kasar dan tidak terencana sering kali memicu memar pada daging, patah tulang, hingga kematian ternak sebelum sampai di rumah potong. Oleh karena itu, Anda harus memahami 4 tahap persiapan panen dan penanganan unggas pedaging berikut ini secara disiplin.

1. Melakukan Peluasaan dan Penghentian Obat (Withdrawal Time)

Langkah awal yang wajib Anda lakukan sebelum memanen ayam adalah menerapkan masa penghentian pemberian obat-obatan (withdrawal time) secara ketat. Anda harus menghentikan penggunaan antibiotik dan obat kimia tertentu beberapa hari sebelum jadwal panen sesuai petunjuk teknis. Langkah ini bertujuan untuk mengeliminasi sisa residu kimia beracun di dalam jaringan daging unggas demi keamanan konsumen. Kepedulian terhadap standar konsumsi ini menjamin produk karkas Anda aman dan berkualitas tinggi.

Selain mematuhi batas waktu penghentian obat, Anda wajib melakukan proses pengosongan tembolok atau peluasaan pakan selama 8 hingga 12 jam sebelum penangkapan. Anda harus tetap menyediakan air minum bersih secara kontinu agar ayam tidak mengalami dehidrasi berat di dalam kandang. Peluasaan pakan ini secara efektif mengosongan saluran pencernaan sehingga mencegah kontaminasi kotoran saat proses pemotongan berlangsung. Kedisiplinan pada tahap awal ini menjadi penentu utama higienitas daging panen Anda.

2. Mengondisikan Lingkungan Kandang dan Peralatan Panen

Langkah kedua yang sangat krusial adalah menyiapkan peralatan teknis serta mengondisikan pencahayaan kandang menjelang proses penangkapan unggas. Anda disarankan untuk melaksanakan kegiatan panen pada malam hari atau saat suhu udara lingkungan mulai dingin. Kondisi suhu yang sejuk secara nyata menekan tingkat stres termal (heat stress) serta menjaga ayam tetap tenang selama penangkapan. Anda dapat meredupkan lampu kandang guna mengurangi keaktifan gerak ayam saat petugas mulai masuk.

Sebelum tim penangkap masuk ke area pemeliharaan, Anda wajib mengeluarkan seluruh peralatan tempat pakan dan tempat minum gantung. Pengosongan area kandang ini memberikan ruang gerak yang luas bagi para pekerja serta mencegah ayam menabrak benda keras. Anda juga harus menyiapkan keranjang angkut plastik berpori yang bersih dan sudah terdisinfeksi secara menyeluruh. Persiapan sarana yang matang ini memperlancar proses evakuasi ayam menuju truk pengangkut.

3. Menerapkan Teknik Penangkapan Unggas yang Benar dan Hati-Hati

 

4 TAHAP PERSIAPAN PANEN DAN PENANGANAN UNGGAS PEDAGING DI PETERNAKAN

Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Noemí Jiménez

 

Langkah ketiga yang tidak boleh Anda abaikan adalah mengawasi tata cara penangkapan ayam agar tidak merusak fisik karkas. Petugas harus memegang bagian dada atau menangkap kedua kaki ayam secara perlahan tanpa memicu kepakan sayap yang panik. Anda dilarang keras menarik satu sayap atau melempar ayam ke dalam keranjang angkut secara kasar. Perlakuan yang lembut dan terampil ini mencegah timbulnya pendarahan di bawah kulit serta patah tulang pada ayam.

Saat memasukkan ayam ke dalam wadah angkut, Anda wajib memperhatikan kapasitas tampung keranjang sesuai dengan bobot badan ternak. Pengisian keranjang yang terlalu padat akan memicu sesak napas serta meningkatkan risiko kematian ayam di perjalanan. Sebaliknya, kapasitas wadah yang terlalu longgar membuat ayam mudah terombang-ambing dan terluka akibat guncangan kendaraan. Pengaturan kepadatan wadah yang pas mempertahankan kondisi fisik ayam tetap utuh dan sehat.

4. Mengatur Transportasi Pengangkutan menuju Rumah Potong

Langkah terakhir yang menutup rangkaian proses penanganan panen adalah mengelola pengangkutan ayam menuju lokasi tujuan penampungan. Anda harus menyusun keranjang angkut secara rapi di atas bak truk dengan memberikan celah ventilasi udara yang cukup di antara tumpukan. Pemasangan terpal pelindung pada bagian atas bak truk wajib Anda lakukan untuk melindungi unggas dari sengatan matahari atau hujan deras. Pengaturan sirkulasi udara yang baik menjaga kesegaran fisik ayam selama menempuh perjalanan jauh.

Pengemudi truk angkutan harus mengendarai kendaraan secara tenang serta menghindari pengereman mendadak yang memicu benturan keras antar-keranjang. Anda dapat menjadwalkan waktu keberangkatan armada agar truk tiba di rumah potong ayam (RPA) pada pagi hari secara tepat waktu. Penanganan transportasi yang profesional meminimalkan angka susut bobot badan serta menekan tingkat kematian ayam di jalan. Pada akhirnya, kecermatan mengelola seluruh tahap panen ini memaksimalkan keuntungan bisnis peternakan Anda.

 

 

*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.