CARA MEMBUAT SISTEM PENCATATAN SURAT KELUAR YANG TERORGANISASI

CARA MEMBUAT SISTEM PENCATATAN SURAT KELUAR YANG TERORGANISASI

CARA MEMBUAT SISTEM PENCATATAN SURAT KELUAR YANG TERORGANISASI

 

Surat keluar merupakan salah satu bentuk komunikasi resmi yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan informasi kepada pihak internal maupun eksternal. Surat dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti surat penawaran, pemberitahuan, undangan, surat tugas, permohonan, hingga komunikasi dengan mitra kerja. Karena itu, setiap surat yang dikirim perlu dicatat dan dikelola secara sistematis agar informasi mengenai surat tersebut dapat ditemukan kembali ketika dibutuhkan.

Pencatatan surat keluar merupakan proses mendokumentasikan informasi penting mengenai surat yang telah dibuat dan dikirim oleh perusahaan. Pencatatan biasanya mencakup nomor surat, tanggal surat, tujuan pengiriman, perihal, unit atau pihak yang mengirimkan, serta informasi pendukung lainnya. Sistem yang terorganisasi membantu perusahaan mengetahui riwayat komunikasi sekaligus mengurangi risiko dokumen hilang atau sulit ditemukan.

Menentukan Informasi yang Perlu Dicatat

Langkah pertama adalah menentukan data yang wajib dicatat untuk setiap surat keluar. Informasi tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perusahaan.

Beberapa data yang umumnya dicatat meliputi nomor surat, tanggal surat, tujuan surat, nama penerima, perihal, jenis surat, unit pengirim, media pengiriman, dan keterangan.

Dengan menentukan format data sejak awal, pencatatan menjadi lebih konsisten. Petugas administrasi juga dapat menghindari pencatatan informasi yang tidak diperlukan.

Membuat Buku Agenda Surat Keluar

Buku agenda dapat digunakan sebagai media pencatatan surat keluar secara manual maupun digital. Dalam sistem manual, data surat dicatat secara berurutan pada buku agenda. Sementara itu, perusahaan dapat menggunakan spreadsheet atau aplikasi administrasi untuk sistem digital.

Contoh kolom pencatatan dapat terdiri atas:

No. Nomor Surat Tanggal Tujuan Perihal Media Keterangan
1 015/ADM/IX/2026 10 September 2026 PT Mitra Jaya Penawaran Kerja Sama Email Terkirim
2 016/ADM/IX/2026 11 September 2026 CV Sinar Abadi Undangan Pertemuan Kurir Terkirim

Format tersebut dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan volume surat perusahaan.

Menerapkan Penomoran Surat yang Konsisten

Nomor surat membantu proses identifikasi dan penelusuran dokumen. Karena itu, perusahaan perlu memiliki sistem penomoran yang konsisten.

Format nomor dapat memuat nomor urut, kode unit, jenis surat, serta periode tertentu. Yang terpenting, sistem tersebut harus mudah dipahami oleh petugas yang bertanggung jawab.

Nomor surat juga perlu dicatat secara berurutan agar tidak terjadi duplikasi atau kekosongan nomor tanpa keterangan.

Mengelompokkan Surat Berdasarkan Jenis

Pengelompokan surat membantu mempercepat proses pencarian. Surat keluar dapat dikelompokkan berdasarkan jenis, tujuan, departemen, periode, atau tingkat kepentingannya.

Misalnya, perusahaan dapat membuat kategori surat administrasi, surat keuangan, surat pengadaan, surat sumber daya manusia, dan surat kerja sama.

Untuk organisasi dengan jumlah surat yang tinggi, pengelompokan dapat dikombinasikan dengan kode tertentu agar sistem pencarian lebih efektif.

Menentukan Prosedur Sebelum Surat Dikirim

 

CARA MEMBUAT SISTEM PENCATATAN SURAT KELUAR YANG TERORGANISASI

Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Element5 Digital

 

Pencatatan sebaiknya menjadi bagian dari alur penerbitan surat, bukan dilakukan secara terpisah setelah dokumen dikirim.

Sebelum surat dikirim, petugas dapat memastikan isi surat telah diperiksa, mendapatkan persetujuan pihak berwenang, memiliki nomor surat, dan telah dicatat dalam agenda.

Prosedur tersebut membantu memastikan setiap surat resmi yang keluar memiliki rekam administrasi yang jelas.

Menyimpan Salinan Surat

Setiap surat keluar sebaiknya memiliki salinan atau arsip. Salinan dapat disimpan dalam bentuk fisik, digital, atau keduanya sesuai kebijakan perusahaan.

Untuk arsip digital, nama file perlu dibuat konsisten. Contohnya, perusahaan dapat menggunakan format NomorSurat_Tanggal_Perihal.

Penamaan yang konsisten memudahkan pencarian dokumen tanpa harus membuka satu per satu file yang tersimpan.

Menggunakan Folder Penyimpanan yang Terstruktur

Penyimpanan digital sebaiknya menggunakan struktur folder yang sederhana dan mudah dipahami. Salah satu cara adalah membuat folder berdasarkan tahun, kemudian bulan atau jenis surat.

Contohnya:

Arsip Surat Keluar → 2026 → September → Administrasi

Struktur tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Hindari membuat terlalu banyak tingkatan folder karena justru dapat menyulitkan pengguna saat mencari dokumen.

Menentukan Hak Akses Dokumen

Tidak semua surat keluar dapat diakses oleh seluruh karyawan. Surat yang mengandung informasi tertentu perlu mendapatkan pembatasan akses.

Perusahaan dapat menentukan siapa yang boleh melihat, mengubah, mengunduh, atau menghapus arsip digital. Pengaturan hak akses juga membantu mengurangi risiko perubahan dokumen tanpa kewenangan.

Untuk dokumen fisik, akses dapat dibatasi melalui penggunaan lemari arsip atau ruang penyimpanan tertentu.

Mencatat Media dan Status Pengiriman

Informasi mengenai media pengiriman juga dapat dimasukkan ke dalam sistem pencatatan surat keluar. Surat dapat dikirim melalui email, kurir, pos, sistem digital perusahaan, atau diserahkan langsung.

Status pengiriman juga dapat dicatat, misalnya disiapkan, menunggu persetujuan, terkirim, diterima, atau membutuhkan tindak lanjut.

Data tersebut membantu petugas mengetahui perkembangan surat dan melakukan pengecekan apabila penerima belum memberikan respons.

Melakukan Pengecekan Secara Berkala

Sistem pencatatan perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan data tetap akurat. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan membandingkan daftar surat dengan arsip dokumen yang tersimpan.

Petugas dapat mengecek apakah nomor surat sudah sesuai, file tersedia, informasi penerima benar, dan tidak terdapat pencatatan ganda.

Jika ditemukan kesalahan, perbaikan perlu dilakukan sesuai prosedur agar riwayat dokumen tetap jelas.

Melakukan Digitalisasi Pencatatan Surat

Perusahaan dengan volume surat yang tinggi dapat mempertimbangkan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi. Spreadsheet sederhana dapat digunakan pada tahap awal, sedangkan organisasi dengan kebutuhan lebih kompleks dapat menggunakan sistem manajemen dokumen.

Digitalisasi memungkinkan data dicari berdasarkan kata kunci, tanggal, nomor surat, atau nama penerima. Selain itu, arsip dapat lebih mudah dicadangkan dan dibagikan kepada pihak yang memiliki kewenangan.

Namun, sistem digital tetap perlu dilengkapi dengan pengaturan keamanan dan pencadangan data.

Menetapkan SOP Pencatatan Surat Keluar

Agar sistem berjalan konsisten, perusahaan perlu membuat SOP yang menjelaskan seluruh proses. SOP dapat mencakup pembuatan surat, pemeriksaan, persetujuan, penomoran, pencatatan, pengiriman, pengarsipan, hingga pemantauan tindak lanjut.

SOP juga perlu menjelaskan pihak yang bertanggung jawab pada setiap tahap. Dengan demikian, proses tidak bergantung pada kebiasaan satu orang saja.

Penutup

Sistem pencatatan surat keluar yang terorganisasi membantu perusahaan menjaga rekam komunikasi secara rapi dan mudah ditelusuri. Sistem tersebut dapat dimulai dengan menentukan data yang perlu dicatat, membuat agenda surat, menerapkan penomoran konsisten, mengelompokkan dokumen, serta menyimpan salinan surat secara sistematis.

Penggunaan teknologi dapat semakin mempermudah proses pencarian dan pengelolaan arsip. Namun, keberhasilan sistem tetap bergantung pada konsistensi prosedur, kejelasan tanggung jawab, keamanan dokumen, dan evaluasi secara berkala.

Dengan sistem yang tertata, perusahaan dapat mengurangi risiko kehilangan dokumen, mempercepat pencarian informasi, serta meningkatkan efisiensi pekerjaan administrasi.

 

 

*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.